<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>WISESA SMP1 WONOSARI</title>
	<atom:link href="http://wisesa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wisesa.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Nov 2008 05:13:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wisesa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>WISESA SMP1 WONOSARI</title>
		<link>http://wisesa.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wisesa.wordpress.com/osd.xml" title="WISESA SMP1 WONOSARI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wisesa.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>UNTUK DIA DI SURGA</title>
		<link>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/18/untuk-dia-di-surga/</link>
		<comments>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/18/untuk-dia-di-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 05:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisesa</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://wisesa.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Devi Indriyani (2006) Sekarang aku berdiri tepat di bawah langit biru yang sama seperti beberapa bulan lalu. Masih tetap indah, tetap cerah, dan masih saja membawakan suasana nyaman di sini. Dan entah apa yang ingin ku lakukan saat ini, bersandar di bawah naungan pohon yang sejuk, membuatku hanyut dalam kenanganku dengan tak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=19&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:27pt;"><span style="font-weight:700;font-style:italic;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#ff0000;"><br />
</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:27pt;"><span style="font-size:xx-small;"> Oleh : Devi Indriyani (2006)<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:xx-small;">Sekarang aku berdiri tepat di bawah langit biru yang sama      seperti beberapa bulan lalu. Masih tetap indah, tetap cerah, dan masih saja      membawakan suasana nyaman di sini. Dan entah apa yang ingin ku lakukan saat      ini, bersandar di bawah naungan pohon yang sejuk, membuatku hanyut dalam      kenanganku dengan tak ada satu katapun terlontar dari mulutku. Mungkin benar      apa yang dikatakan orang padaku, aku masih tak rela melepaskan sosok itu      dari hidupku. Sosok nan familier itu, kakakku tersayang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:xx-small;">Biarpun aku berharap dia pergi ke tempat yang amat jauh      dengan cara yang amat mengerikan. Dia memang keras, setiap bicarapun dia      selalu meninggikan nada bicaranya, tapi aku tahu dia tak segalak itu, di      dalam dirinya terdapat kehangatan yang luar biasa, hatinya lembut bagaikan      salju, meskipun samua memang jarang tersentuh. Entahlah harus bagaimana aku      menggambar-kan sosok Kak Arifku itu. Kak Arif yang selalu memetik gitar di      tempat ini, dan Kak Arif yang tak bosan-bosannya memarahiku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:xx-small;"><span id="more-19"></span>Masih tertata rapi, semua kenangan-kenangan bersamanya. Aku      ingin teriak, menangis meraung-raung, aku ingin dia kembali, kembali di      sisiku. Di sini, di bawah pohon kami ini, semua kata-kata yang pernah      terlempar dari mulutnya seperti menggema-gema, di telingaku, rasa rindu yang      teramat dalam seperti bergumul di dadaku, memenuhi setiap sudut di dalamnya,      bahkan seperti menjagal leherku, hingga aku tak dapat bernafas, sesak sekali      rasanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:xx-small;">Tuhan… andaikan saja saat itu aku tak mengajaknya pulang ke      Jakarta, mungkin tak akan terjadi peristiwa naas itu. Dan andaikan saja aku      menuruti perkataannya untuk menunda keberangkatan kami, atau setidak-nya      mengikuti kemauannya untuk naik bus saja, tapi kenapa aku terlalu egois      Tuhan, hingga kecelakaan itu harus merenggut nyawanya. Aku rindu sekali      dengan Kak Arif, aku tak mau berpisah dengannya, aku tak akan lagi mengadu      pada ayah dan ibu jika Kak Arif memarahiku, toh itu semua juga demi      kabaikanku. Aku akan selalu sabar, dan menjadi gadis manis penurut, seperti      yang selalu di inginkannya. Tapi aku sadar dia takkan pernah bisa kembali,      walaupun sampai seribu tahun aku setia menunggu di bawah  pohon ini, aku      yakin dia tak kan pernah kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:xx-small;">Tuhan…jika kau mendengarkan aku saat ini, aku mohon      sampaikanlah pada kakakku yang keras kepala itu, bahwa aku teramat sangat      menyayanginya, tak akan surut meski telah bertahun-tahun, bahkan      berabad-abad berlalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:xx-small;">Dan angin berhembus kencang menerpa wajahku, terasa begitu      sejuk, walau sebenarnya menyakitkan, menyakit-kan karna hanya ada aku di      bawah pohon ini. Bersandar sendiri sambil menikmati suasana pagi yang tak      pernah berubah persis seperti beberapa bulan lalu, katika manusia angkuh itu      masih dapat ku peluk erat-erat. Kak Arif angkuh yang ku sayang.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisesa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisesa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisesa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisesa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisesa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisesa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisesa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisesa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisesa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisesa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisesa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisesa.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisesa.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisesa.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=19&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/18/untuk-dia-di-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a13a6cd7d20af2e5bae57b540aaefd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisesa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MUSUH SELAMANYA??</title>
		<link>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/18/musuh-selamanya/</link>
		<comments>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/18/musuh-selamanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 05:10:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisesa</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://wisesa.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ribertus Tito VIII A (2007) Hari ini langit bersinar begitu cerah, terlihat sang surya menyisip di awan putih menyinari pagi. Di SMP Sang Surya, terdapatlah seorang siswa perempuan yang selalu ceria. Adin nama siswa perempuan yang terkesan paling cantik dan pintar itu. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya dan seorang adik yang masih berusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=16&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh: Ribertus Tito VIII A (2007)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari ini langit bersinar begitu cerah, terlihat sang surya      menyisip di awan putih menyinari pagi. Di SMP Sang Surya, terdapatlah      seorang siswa perempuan yang selalu ceria. Adin nama siswa perempuan yang      terkesan paling cantik dan pintar itu. Dia tinggal bersama kedua orang      tuanya dan seorang adik yang masih berusia 9 tahun, Rini namanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sisi utara langit terlihat awan hitam menggumpal, dipandang awan      itu oleh seorang siswa laki-laki yang menjadi musuh Adin. Harinya dilalui      penuh dengan masalah-masalah yang dibuatnya. Roy, begitu teman-temannya      memanggil cowok yang dikenal sebagai ketua genx paling ditakuti warga SMP      Sang Surya. Hari itu tergeraklah hatinya untuk membuat masalah baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Hai cantik!”kata Roy sambil memegang kepala Adin&#8230;..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-16"></span>“Apaan sih! Lancang banget sih loe!”kata Adin kesal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“What? Hati-hati kalo bicara.”sahut Roy.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Mang kenapa? Loe mau apa?”bentak Adin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Tunggu pembalasanku.”kata Roy bergegas pergi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari saat itu Roy mulai merencanakan suatu kenakalan yang      ditujukan kepada Adin. Roy dan ketiga teman se-genxnya, yaitu John, Son,      beserta Erick segera melakukan persiapan dengan matang demi suksesnya      rencana mereka yang sangat bahaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tanpa ada kesulitan sedikit pun Roy dan temannya menyelesaikan      rencana pembalasan atas perlakuan Adin kepadanya beberapa waktu lalu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pagi yang ditunggu Roy tiba. Hari itu Roy dan temannya, sudah      yakin akan kesuksesan rencana mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seperti hari-hari biasa, Adin pergi sekolah bersama teman      akrabnya, Dhia. Dari rumah, Dhia merasa ada yang aneh, dia merasa Adin      begitu pucat, tetapi ketika ditanya, Adin hanya menjawab baik-baik saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Sampai nanti. Hati-hati dengan Roy,”kata Adin sambil berjalan      menuju ruang kelasnya yang ada di seberang kelas Dhia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Adin berjalan dengan wajah sedikit pucat menuju ruang kelas.      Hari itu dia merasa ada yang aneh dengan kesehatannya, tiba-tiba ketika      salah satu kakinya hendak melangkah ke dalam ruang kelas, kakinya terjerat      seutas tali yang tersambung dengan pintu kelasnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Aduh…,”teriak Adin kesakitan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bersamaan dengan jatuhnya Adin, pintu kelas menghampiri wajahnya      dan dia pingsan. Teman-temannya termasuk Roy yang seolah-olah tidak tahu      kejadia itu segera menolong. Seorang guru yang kebetulan sudah datang      memeriksa Adin di UKS. Adin segera sadar tanpa ada suatu hal pun dilakukan.      Karena wajah Adin yang pucat tidak seperti biasanya, Bu Yeni segera      memeriksa Adin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Wah, suhu badanmu tinggi, kamu pasti sakit. Roy tolong ambilkan      minyak angin di meja Pak Surya.”kata Bu Yeni kepada Roy.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Baik, Bu. Dengan senang hati,”kata Roy sambil tersenyum dan      sesekali tertawa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Roy mulai berjalan hendak mengambil minyak angin dan dia mulai      berpikiran untuk membalas dendamnya kepada Adin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Botol minyak angin kini sudah ada di tangan Roy dan isinya      segera dibuang. Roy mengganti isi botol itu dengan lem kertas yang ada di      tasnya. Botol lem yang telah kosong dibuang di tempat sampah. Otak Roy mulai      bekerja lagi, ia tahu kalau Adin nanti setelah diolesi lem di botol minyak      angin pasti ke kamar kecil untuk membersihkan dirinya. Roy segera menyuruh      anak buahnya untuk membuang air yang ada pada bak air di seluruh kamar kecil      SMP Sang Surya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Ini, Bu minyak anginnya. Saya mohon diri dulu karena pelajaran      sudah dimulai.”kata Roy kepada Ibu Yeni.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ibu Yeni menyuruh Adin mengusapkan minyak angin itu ke tubuhnya.      Adin merasa ada yang aneh dengan minyak angin itu, tetapi dia tetap      mengusapkannya pada tubuhnya karena ia berpikir kalau bau minyak angin      memang seperti itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tiba-tiba tubuh Adin kaku dan minyak angin yang masih basah      terasa lengket. Ia menyadari kalau ada yang tidak beres dengan minyak angin      itu. Dugaannya benar dan Bu Yeni menyarankan agar Adin membersihkan tubuhnya      di kamar kecil. Dalam perjalanan ke kamar kecil, masalah muncul lagi, Adin      merasa sakit perut. Dia terlebih dahulu buang air besar. Hari ini mungkin      dewi keberuntungan belum berpihak padanya, saat hendah mengambil air bak air      yang tepat berada di sampingnya. Adin kaget karena tak ada air sedikit pun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Tolong….tolong….!”teriak Adin sambil meneteskan air mata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lima belas menit kemudian, seorang laki-laki yang mendengar      teriakan Adin segera menanyainya dan tanpa pikir panjang, segera membantu.      Laki-laki yang berprofesi sebagai tukang kebun itu kaget saat melihat Adin      keluar dari kamar kecil tubuhnya merebah tidak sadarkan diri. Seorang guru      mengantar Adin ke rumah sakit terdekat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Siang itu teman-teman Adin termasuk Roy menjenguk Adin di rumah      sakit. Mereka sangat prihatin akan keadaan teman termanis mereka kecuali      Roy.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari itu Roy merasa senang dan puas atas segala perbuatannya      terhadap Adin. Malam harinya Roy bersama teman se-genxnya merayakan      kesuksesan mereka. John teman akrab Roy tidak ikut karena dia merasa sangat      bersalah karena telah membuat Adin sakit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sudah sembilan hari Adin terbaring di rumah sakit, namun belum      kunjung sembuh. Dalam keadaan seperti itu hari-hari dilalui John dengan      tekanan yang begitu berat. John mulai berhalusinasi tentang hal-hal buruk      yang bisa terjadi pada Adin. Berkali-kali John membujuk temannya se-genx      agar mau meminta maaf kepada Adin yang belum juga sembuh, namun semua itu      sia-sia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hari berikutnya Roy dan beberapa temannya mengikuti kegiatan      penyuluhan tentang pentingnya cinta kasih di sekolah. Ketika seorang siswa      diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman pahit yang pernah ia jalani,      Roy merasa sangat tertekan, karena siswa yang bercerita itu mengulas tentang      Adin yang masih opname di rumah sakit. Akhir kegiatan itu Ro menyadari      kesalahan yang telah ia lakukan kepada Adin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Malam yang dingin tiba, Roy bergegas untuk menjenguk Adin di      rumah sakit. Sama seperti kemarin, keadaan Adin masih memprihatinkan. Secara      terus-menerus setiap malam Roy mengunjungi Adin tanpa sepengetahuan      siapapun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada malam keenam, Roy juga menjenguk Adin, kemudian duduk di      samping tempat Adin tidur dan secara tidak disengaja tertidur. Beberapa      waktu kemudian Adin siuman dan melihat Roy yang tertidur di kursi dekat      tempat ia tidur. Adin menyadari kalau Roy tidak sejahat yang ia kira.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena Adin bergerak-gerak, Roy pun terbangun dan memegang      tangan kanan Adin serta meminta maaf atas semua kesalahan yang ia lakukan      selama ini. Malam itu Roy merasa puas dan ia merasa sayang kepada Adin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pagi harinya Adin diajak Roy berjalan-jalan di sekitar taman di      rumah sakit tempat Adin dirawat. Roy sengaja tidak berangkat sekolah karena      dia ingin menemani Adin. Siang harinya teman-teman Adin menjenguk lagi dan      melihat Roy bersama Adin. Kini Roy dan Adin saling menyayangi. Akhirnya      mereka……..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisesa.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisesa.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisesa.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisesa.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisesa.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisesa.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisesa.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisesa.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisesa.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisesa.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisesa.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisesa.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisesa.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisesa.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=16&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/18/musuh-selamanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a13a6cd7d20af2e5bae57b540aaefd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisesa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenanganku di Album Merah</title>
		<link>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/kenanganku-di-album-merah/</link>
		<comments>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/kenanganku-di-album-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 09:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisesa</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/kenanganku-di-album-merah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Desinta Windiarti VII A Di suatu ketika Pink, seorang pelajar SMP yang cantik, imut dan baik hati sedang menangis tanpa sebab. Blue kakak dari gadis kecil ini menghampirinya,””Adikku sayang, mengapa kamu menangis?”tanya sang kakak. “Ah, nggak, nggak, siapa bilang aku nangis! Aku tadi abis motong bawang merah, jadinya mataku sakit.”jawab Pink meyakinkan kakaknya. “Oh..gitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=10&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh: Desinta Windiarti VII A</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di suatu ketika Pink, seorang pelajar SMP yang cantik, imut dan      baik hati sedang menangis tanpa sebab. Blue kakak dari gadis kecil ini      menghampirinya,””Adikku sayang, mengapa kamu menangis?”tanya sang kakak.      “Ah, nggak, nggak, siapa bilang aku nangis! Aku tadi abis motong bawang      merah, jadinya mataku sakit.”jawab Pink meyakinkan kakaknya. “Oh..gitu      ya!”sahut kakaknya dengan nada tidak percaya. Blue pun meninggalkan adiknya      itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-10"></span>Pada pagi harinya, yaitu hari Rabu, Pink berangkat sekolah. Ia      bersekolah di SMP IMPIAN 23. Seperti biasa, Jingga, Yellow, dan Warna (ketiga      teman Pink) menyapa Pink,”Hai Pink, apa kabar?”sapa ketiga temannya      itu.”Kabar baik.”sahut Pink. Seperti biasa, Pink selalu berwajah muram, dia      tidak pernah tersenyum sejak masuk SMP ini. Sebenarnya ketiga temannya itu      sangat heran mengapa Pink tidak pernah tersenyum. Tapi mereka tidak pernah      bertanya apa sebabnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di suatu hari, ketika Pink pulang sekolah, Jingga memberanikan      diri bertanya kepada Pink,”Pink, kenapa sih kamu nggak pernah senyum and      kenapa kamu selalu muram?”tanya Jingga dengan wajah serius. Tapi apa yang      dilakukan Pink? Dia justru menatap mata Jingga dalam-dalam sampai akhirnya      dia melontarkan sebuah kalimat,”Ngga, kamu tahu nggak arti sebuah      persahabatan?”tanya Pink. Jingga tidak menjawabnya,”Dulu aku punya teman,      punya sahabat. Mereka semuanya baik, suka duka, tertawa menangis kami alami      bersama, tapi apa yang terjadi semua hilang tinggal cerita!”kata Pink      mengawali cerita. “Dulu kami selalu bersama, selama enam tahun selalu      bersama. Tapi apa? Kini semua hilang hanya dengan kami harus mencari jalan      kehidupan masing-masing, kini semuanya berakhir!”kata Pink menahan tangis,      sambil memberikan album merah yang selalu dibawanya. Jingga lalu membuka      album itu, ia melihat sekelompok kawan yang sepertinya sangat bergembira,      dan di akhir album Jingga membaca puisi yang dibuat Pink. Inilah puisinya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Pohon-pohon indah </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Bagai tersenyum pada dunia </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Daun-daun luruh </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Mengetuk tingkap malamku </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Selalu ku coba lupakan </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Kau tinggalkan aku sendiri</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Bagai pena… </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Yang semakin digesek </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Semakin jelas </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Entah mengapa kau hadir di</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>sampingku</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Memberi kebahagiaan kepadaku</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Wahai sahabatku….</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Kini kau lain….</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Selalu teringat jelas di ingatan</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Menangis bersama udara yang mengalir</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>Sadarlah wahai sahabat</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin-top:0;margin-bottom:0;"><em>KU KAN SLALU MENGINGATMU</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;margin-left:180pt;"><em> </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jingga tahu Pink hanya tidak bisa beradaptasi sekarang ini,      namun apa yang dilakukan Jingga, dia justru memarahi Pink,”Jadi ini yang      membuat kamu tidak pernah tersenyum, You is very-very stupid you know?      Ngapain nangis cuma gara-gara kayak gini. Nyadar dong aku juga manusia bukan?      Kamu anggap aku apa? Aku juga bisa kamu jadiin sahabat, setidaknya teman.      Kamu memang tidak bisa mensyukuri nikmat Tuhan!”teriak Jingga. Pink hanya      menangis mendengar kata-kata Jingga. Jingga pun pergi bersama hempasan angin.      “Jingga benar, aku nggak boleh sedih! Aku harus bangkit!”kata Pink.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keesokan harinya, Pink menemui Jingga.”Ngga, aku mau      ngomong.”kata Pink. “O.K. No problem.”sahut Jingga. “Kamu benar, aku ngak      boleh sedih, aku dah mutusin.”kata Pink. “What?”sahut Jingga. “Ya, aku dah      mutusin aku nggak akan sedih lagi, mulai sekarang KENANGAN AKU  hanya di      ALBUM MERAH!”perjelas Pink. “Nah gitu donk!”teriak Jingga. Mereka berdua      lalu masuk ke kelas dengan penuh canda dan tawa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisesa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisesa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisesa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisesa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisesa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisesa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisesa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisesa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisesa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisesa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisesa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisesa.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisesa.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisesa.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=10&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/kenanganku-di-album-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a13a6cd7d20af2e5bae57b540aaefd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisesa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kado Terindah</title>
		<link>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/kado-terindah/</link>
		<comments>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/kado-terindah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 09:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisesa</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://wisesa.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Alvionita Dheny VII C Kuk…kuk…kuk suara burung hantu terdengar semakin seram, langit semakin kelam, ditemani malam yang semakin mencekam. Wajah seorang gadis kecil berumur 9 tahunan terlihat semakin muram, sepertinya sangat ketakutan. “Ya ampun, gimana nih?! Aku belum bisa tidur juga. Tuhan, beri aku keberanian, please!!”bisik gadis kecil itu yang biasa dipanggil Phire [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=8&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-size:14pt;"> </span><span style="font-size:xx-small;">Oleh : Alvionita      Dheny VII C</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:xx-small;"> Kuk…kuk…kuk suara burung hantu terdengar semakin      seram, langit semakin kelam, ditemani malam yang semakin mencekam. Wajah      seorang gadis kecil berumur 9 tahunan terlihat semakin muram, sepertinya      sangat ketakutan. “Ya ampun, gimana nih?! Aku belum bisa tidur juga. Tuhan,      beri aku keberanian, please!!”bisik gadis kecil itu yang biasa dipanggil      Phire namanya Saphire Nadya Andriyanta. Malam ini dia berlatih tidur      sendiri. Namun….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:xx-small;"><span id="more-8"></span>“Kak…Kak Sya, bangun kak, Phire takut nih!” Phire      memang penakut ia ke kamar kakaknya Mutiara Meysya Andriyanta nama akrabnya      Sya.”Ih, berisik tahu ga sih! Kalo kamu takut ke kamar kak Rhe aja kenapa      sih? Buruan gih!”sahut Sya yang orangnya emang agak judes. Dengan agak      jengkel, Phire ke kamar kakak pertama dan satu-satunya kakak cowok di tiga      bersaudara itu. Namanya Thopas Rheyza Andriyanta. “Kak, kak Rhe! Phire taku      kak!”bisik Phire. “Oh, ya sini tidur dekat kakak.”Rhe lembut. Phire tidur      dengan nyenyak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:xx-small;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:xx-small;"> “Bun, kak Sya tadi malem jahat!”gerutu Phire yang      sudah siap duduk di meja makan. “Memangnya kenapa, sayang?”tanya Bunda yang      lagi nyiapin sarapan dibantu Bi Ranti. “Ye…Phire aja yang penakut!”bantah      Sya. “Dah ya Bun. Rhe berangkat dulu buru-buru nih!”Rhe terburu berangkat ke      kampus. Ia berlari dari kamarnya dan mencium tangan Bunda dan berlalu. “Tapi      Rhe belum sarapan!”teriak Bunda tapi suara motor Rhe yang menderu terdengan      sudah jauh melaju.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:xx-small;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:xx-small;"> “Bun, Bunda kenapa?”tanya Sya. “Oh,e…kamu sudah      pulang ya…cepetan gih makan dulu.”Bunda mengalihkan pembicaraan tapi matanya      terlihat merah. “Sudahlah Bun, cerita aja sama Sya, please Bun daripada      Bunda nangis kaya gini, terus terang Sya sudah pergokin Bunda nangis      berkali-kali, akhir-akhir ini, tapi Sya harap Bunda mau jujur.”rayu Sya.      Ketika itu Phire pulang sekolah dia menghentikan langkahnya dan mendengarkan      pembicaraan Bunda dan kak Sya. “Baiklah, Bunda akan cerita.”lanjut Bunda.      Phire bersembunyi di balik dinding ruang tamu. “Selama ini adik kamu Phire      bukan adik kandungmu, dia anak yang ibunda ambil dari orangtua yang tidak      mampu membiayainya.”kata Bunda dengan suara yang masih terselip isakan      tangis. “Bunda bingung! Pada umur 10 tahun pada saat hari ulang tahunnya dia      harus dikembalikan dan Bunda sudah menjanjikannya, dan bayi yang ibu      lahirkan dulu telah mati.”terang Bunda. “Tapi, Phire masih kecil, dia pasti      shock mendengar dan mengetahui ini semua.”tangis Bunda meledak. Phire datang      dan berkata,”Sudahlah Bunda jangan menangis, besok pada ulang tahun Phire,      Phire akan kembali. Mungkin Phire akan bahagia.”kata Phire dengan air mata      yang berjatuhan yang tak mampu ditahannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:xx-small;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:xx-small;"> Tepat di hari ulang tahunnya, Phire dikembalikan ke      orang tuanya yang ternyata sekarang kaya raya. Ia kini mempunyai adik kecil      yang sangat cantik namanya Adilla Mellanie, disapa Dhille. Dengan berat hati      keluarga Andriyanta menyerahkan Phire ke orang tuanya.”Makasih ya, Bunda.      Ini kado terindah yang pernah Phire punya, aku ga akan lupa sama Bunda,      Ayah, kak Sya, kak Rhe dan Bi Ranti aku sayang kalian. Makasih ya      semua.”kata Phire dengan tangis bahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><span style="font-size:xx-small;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisesa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisesa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisesa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisesa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisesa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisesa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisesa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisesa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisesa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisesa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisesa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisesa.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisesa.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisesa.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=8&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/kado-terindah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a13a6cd7d20af2e5bae57b540aaefd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisesa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Matematika dengan Berjualan Koran</title>
		<link>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/belajar-matematika-dengan-berjualan-koran/</link>
		<comments>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/belajar-matematika-dengan-berjualan-koran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 09:41:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisesa</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://wisesa.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Astri C Desiana (VII C tahun 2006) Ah, mungkin aku adalah orang yang kurang beruntung. Aku terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Namaku Muhammad Putra Razzak. Kata orang tuaku arti dari nama yang kumiliki adalah anak yang terpuji dan memberikan rezeki. Aku juga berharap aku bisa sesuai dengan namaku. Di keluarga, aku biasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=6&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Astri C Desiana (VII C tahun 2006)</p>
<p>Ah, mungkin aku adalah orang yang kurang beruntung. Aku terlahir      dari keluarga yang tidak mampu. Namaku Muhammad Putra Razzak. Kata orang      tuaku arti dari nama yang kumiliki adalah anak yang terpuji dan memberikan      rezeki. Aku juga berharap aku bisa sesuai dengan namaku. Di keluarga, aku      biasa dipanggil Putra.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aku ingin bersekolah setinggi mungkin. Tapi cita-citaku kini      telah terpupus. Aku hanya bersekolah sampai tamat SD. Itupun, aku sudah      bersyukur. Sebab, kakakku hanya sampai kelas 4 SD, dikarenakan      ketidakmampuan ekonomi di keluarga. Ayahku bekerja sebagai buruh bangunan,      sedangkan ibuku sebagai buruh cuci. Kini, kegiatanku sehari-hari adalah      sebagai peloper koran. Setiap hari aku harus bangun pagi, kemudian berangkat      mengambil koran di tempatku bekerja. Lalu aku mengantar koran ke para      pelanggan.<span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setiap aku pulang dari mengantar koran, aku kadang merasa iri      melihat temanku SD dulu sedang berangkat sekolah dengan menggunakan seragam      SMP yang begitu bagus. Tapi, kelamaan aku bisa menerima kehidupanku ini.      Setelah aku menjadi loper koran kira-kira ½ tahun, aku merasa sambil      menyelam minum air. Karena aku bisa sekalian belajar matematika. Bagaimana      caranya? Padahal kan tidak punya buku pelajaran atau ada guru pembimbing?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Nah, itulah kelebihan dari seorang peloper koran Putra. Aku      mendapat uang gaji setiap bulan sekitar 150.000, itu gaji pokokku. Sekarang      aku punya pekerjaan tambahan, yaitu menjual koran keliling, jadi tidak hanya      mengantar koran ke para pelanggan. Setelah selesai mengantar koran ke      pelanggan, baru aku berjualan koran tambahanku ini, aku hanya disuruh      menjualkan koran keliling sebanyak 15 koran. Setiap terjual 5 koran, aku      akan mendapat sekitar 20% dari hasil penjualan. 1 koran berharga Rp      3.500,00. Jika laku 5 koran berarti uang penjualanku mendapat Rp 17.500,00.      Berapa uang ya aku mendapat komisinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan begitu, aku jadi bisa sekalian belajar Matematika. Meski      ya, hanya sederhana saja. Daripada tidak?! Ilmu tidak akan berguna jika      tidak digunakan, benar kan? Nah, jika aku berhasil menjual 5 koran jadi aku      memperoleh uang Rp 17.500,00 untuk kusetorkan. Komisiku berapa? Sebelum aku      mendapat uang dari bosku, aku coba menghitung berapa bagian uang yang akan      kudapatkan. Dengan cara matematika gimana ya caranya? Aha, aku ingat      pelajaran SD di kelas 5! Caranya begini 20/100 dikalikan dengan 17500.      Berapa hayo? Aku tahu, dengan aku bisa menjual 5 koran, aku bisa mendapat      komisi 3.500. Wah, bagiku uang yang cukup lumayan lho! Dengan aku tahu      berapa uang yang bisa aku dapat jika aku berhasil menjual koran-koran itu,      aku menjadi bersemangat untuk berjualan. Sepertinya, keberuntungan ada      padaku. 15 koran terjual habis, hati ini serasa senang. Berapa uang ya, yang      kudapat hari ini? 5 koran terjual 17.500, berarti kalau 15 koran? Ya,      tinggal 17500 dikalikan 3. Pasti teman-teman tahu kan darimana kok bisa      dikalikan 3. Hasilnya dalah 52.500. Wow, hasil kerja yang memuaskan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena koran telah habis, lalu aku pulang ke kantor miniku. Lalu      kusodorkan uang hasil keringatku menjual koranku hari ini. Bosku Pak Ardi      merasa puas. Ech, tapi aku sudah tahu lho, berapa uang yang akan kuperoleh      dari hasil menjual 15 koranku tadi. Yup, pasti uang yang akan kuterima dalah      10.500. Uang ini bisa dikatakan sebagai honor tambahan. Sebelum Pak Ardi      memberikan komisi padaku, Pak Ardi sengaja mengetes kemampuanku berhitung      cepat. Lalu, aku pun menjawab, tetapi Pak Ardi tidak puas, karena aku hanya      memberika jawaban saja tidak dengan cara. Lalu kujelaskan bagaimana caranya.      Pak Ardi merasa senang dan bangga kepadaku. Ech, benar lho uang tambahan      yang kudapat hari ini 10.500.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aku kemarin berhasil menjual koran sampai habis. Pak Ardi pun      menambah koran yang harus kujual keliling. Kali ini sudah mencapai 20 koran!      Hari ini sedang sepi, jadi yang laku hanya 20 koran. Jadi, uang tambahanku      hari ini sekitar 14.000. Meski pendapatanku menjadi bertambah, tapi aku juga      harus berangkat pagi dan tentunya pulang lebih siang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Entah mimpi apa aku tadi malam, tiba-tiba saja di suatu sore Pak      Ardi dan istri ke rumahku dan ingin bertemu dengan orang tuaku. Pak Ardi      mengutarakan maksud kedatangannya pada orang tuaku, aku kira aku akan      dipecat, karena 3 hari kemarin aku tidak bekerja sebab aku sakit. Ternyata      dugaanku meleset jauh. Pak Ardi ingin menjadikanku sebagai anak asuhnya. Aku      akan disekolahkan ke SMP dimana aku mau. Tanpa berpikir panjang, orang tuaku      dan tentunya aku langsung menerima tawaran itu. Pak Ardi ingin menjadikanku      sebagai anak asuhnya, karena beliau belum punya momongan dan menurut beliau      aku adalah anak cerdas, sehingga sayang jika aku tak bersekolah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pak Ardi juga melarangku untuk berjualan koran lagi. Tapi, untuk      permohonan beliau yang satu ini aku menolaknya. Ya, karena kemauanku, maka      beliau menyetujuinya, tapi aku dilarang untuk berjualan koran keliling.      Nanti sekolahku terlambat lagi!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisesa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisesa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisesa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisesa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisesa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisesa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisesa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisesa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisesa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisesa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisesa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisesa.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisesa.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisesa.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=6&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisesa.wordpress.com/2008/11/13/belajar-matematika-dengan-berjualan-koran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a13a6cd7d20af2e5bae57b540aaefd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisesa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://wisesa.wordpress.com/2007/10/25/hello-world/</link>
		<comments>http://wisesa.wordpress.com/2007/10/25/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 03:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisesa</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=1&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wisesa.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wisesa.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wisesa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wisesa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wisesa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wisesa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wisesa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wisesa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wisesa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wisesa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wisesa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wisesa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wisesa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wisesa.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wisesa.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wisesa.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wisesa.wordpress.com&amp;blog=1985300&amp;post=1&amp;subd=wisesa&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wisesa.wordpress.com/2007/10/25/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a13a6cd7d20af2e5bae57b540aaefd1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wisesa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
